Rizal

17 September 2020

Isran: Jangan Merasa Sakti

SAMARINDA KOTA. Kasus pandemi Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 masih terjadi dan belum mereda. Bahkan, kasus orang yang terjangkit dan dinyatakan positif semakin bertambah di tingkat nasional maupun Kaltim terlebih di Samarinda.

Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan melihat data perkembangan semakin bertambahnya terkonfirmasi positif di Kaltim menunjukkan bukannya semakin waspada dan hati-hati, tetapi masih ada masyarakat justru lalai tidak melaksanakan protokol kesehatan dan menganggap dirinya sakti.

“Di tengah kita gencarnya melakukan sosialisasi disiplin protokol kesehatan, namun masih juga ditemukan masyarakat yang merasa sakti,” ujarnya kepada awak media, Rabu (16/9) kemarin.
Isran juga menyebut, hal ini karena banyak yang tidak melaksanakan protokol kesehatan dengan baik, seperti tidak menggunakan masker saat beraktivitas luar rumah. Dirinya mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dalam meminimalisir penularan Covid-19.

Menyikapi semakin bertambahnya pasien positif korona di Kaltim, Isran mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, dan tetap produktif serta meningkatkan kewaspadaan dengan disiplin dan patuh menerapkan protokol kesehatan.

Saat ini, lanjut Isran Noor, pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota bersama jajaran Polda Kaltim, Kodam VI Mulawarman bersama lembaga dan instansi lainnya terus berusaha untuk menekan penularan Covid-19. Isran Noor mengajak masyarakat untuk menekan dan melawan Covid bersama-sama, secara serentak dan menyeluruh di Kaltim.

“Masyarakat garda terdepan pencegahan. Kalau tidak ada keseriusan semua pihak, maka tidak menutup kemungkinan keadaan semakin memburuk. Mari kita lawan Covid-19 dengan selalu disiplin dan patuh menjalankan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kaltim, Muhammad Aswin membeberkan kiat-kiat pencegahan yang dilakukan. Dirinya bahkan mengaku selama ini memperketat diri dengan protokol kesehatan meskipun terkadang jenuh akan hal tersebut.

Dirinya menyebut, anaknya yang saat ini berprofesi sebagai dokterlah yang selalu mengingatkan dirinya akan bahaya penyakit ini. Sehingga meskipun mobilisasi dirinya padat, Aswin tak pernah lepas dari masker dan mencuci tangan serta menjaga jarak.
“Saya itu dimarahi anak saya, bahkan kalau di rumah saya itu dilockdownnya. Ini yang membuat saya tetap patuh,” ungkapnya.

Meskipun begitu, dirinya juga membenarkan, sudah satu orang dikantornya yang juga terpapar Covid-19. Namun ASN tersebut terpapar, bukan dari lingkungannya bekerja. Melainkan dari rumah yang bersangkutan.
“Betul ada 1 orang, dia terpapar dari kakaknya. Maka dari itu kami melakukan pencegahan juga dengan menswab seluruh karyawan kami di sana,” tutupnya.

Aswin berharap, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya juga bisa menerapkan hal yang sama. Khususnya bagi lingkungan tempat bekerja masing-masing. Karena virus ini tidak terlihat dan jahat. “Semoga tidak ada penambahan kasus lagi,” jelasnya.
Sementara itu dari Data Dinkes Kaltim, telah terjadi penambahan 217 kasus menjadi 6.317 kasus , sembuh 179 kasus menjadi 4.033 kasus meninggal 5 kasus menjadi 250 kasus. (mrf/beb)