Disdukcapil Samarinda imbau 13.011 warga aktivasi e-KTP

Diposting pada: 2015-08-26, oleh : Webmaster, Kategori: Teknis

Samarinda (ANTARA News) - Kantor Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Disdukcapil) Samarinda, Kalimantan Timur, mengimbau 13.011 warga yang sudah mendapatkan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) agar melakukan aktivasi karena tidak terbaca di server milik Kementerian Dalam Negeri.

"Sejak Februari 2015, pemerintah menyerahkan pencetakan ke daerah dan saat ini sudah tercetak 20.897 KTP elektronik. Namun, sejak Mei terhenti karena terjadi kerusakan server kemudian pencetakan mulai kembali bisa dilakukan pada Juni 2015. Akibat banyaknya permintaan masyarakat sementara aplikasi card reader sering bermasalah sehingga pencetakan dilakukan tanpa aktivasi," ungkap Kepala Kantor Disdukcapil Samarinda, Fitermen, Senin.

"Jadi, kami mengimbau warga yang belum melakukan aktivasi, agar datang ke Kantor Disdukcapil Samarinda untuk melakukan aktivasi," katanya.

Jika warga tidak melakukan aktivasi kata Fitermen, maka Kantor Disdukcapil Kota Samarinda dianggap lambat melaksanakan pencetakan KTP elektronik.

"Kemungkinan terburuk, pasokan akan dikurangi karena dianggap blangko yang ada saja belum semuanya dicetak. Padahal, sekarang kami sudah kehabisan blangko sehingga terpaksa menghentikan pencetakan, Jadi, sekali lagi kami meminta warga yang sudah memiliki KTP elektronik agar segera melakukan aktivasi," ujar Fitermen.

Pentingnya aktivasi bagi warga pemegang KTP elektronik menurut Fitermen, untuk mengakses berbagai layanan, seperti perbankan atau administrasi kependudukan. 

Aktivasi juga tambah dia, akan membuktikan chip yang tertanam dalam KTP elektronik dalam kondisi yang baik.

"Chip KTP elektronik yang berisi biodata dan foto pemilik telah menjalani proses uji. Aktivasi adalah langkah wajar yang juga diberlakukan untuk layanan lain seperti layanan kartu kredit atau kartu anjungan tunai mandiri (ATM). Jika tidak diaktivasi sekarang, maka masyarakat yang justru dirugikan, karena KTP elektronik yang mereka miliki tidak bisa dibaca oleh card reader saat mengakses layanan publik," ungkap Fitermen.

Kantor Disdukcapil Kota Samarinda lanjut Fitermen telah menyampaikan ke Kemendagri bahwa telah mencetak sebanyak 13.011 KTP elektronik namun tidka terbaca oleh server di pusat sebagai imbas bermasalahnya aplikasi "card reader" tersebut.

"Kami berharap, melalui penyampaian tersebut, pemerintah pusat tidak mengurangi jatah blangko KTP elektronik apalagi saat ini sudah habis," ungkap Fitermen.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/514169/disdukcapil-samarinda-imbau-13011-warga-aktivasi-e-ktp


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  masukkan tanpa Http:// contoh :www.m-edukasi.web.id
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 3 komentar untuk berita ini

  • rahayu
    2016-09-06

    assalamu alaikum. saya mau bertanya, untuk orang pendatang (ktp luar) apakah bisa registrasi e-ktp di samarinda? jika bisa,apa saja persyaratannya. trims

  • kemala hadidjah
    2016-08-23

    bagaimana cara meng-aktivasi e-ktp?

  • ian
    2016-07-21

    assalamu\'alaikum.wr.wb.ada baiknya pihak capil yg menjemput bola bkn menunggu bola dgn duduk manis di kantor.mestinya pihak capil smd turun ke kecamatan & kelurahan jg rw/rt minta kerja samany utk mensosialisasikanny pengumuman ini sai ke tingkat rt.kl perlu pihak capil mencetak data2 nik mana aja yg blm verifikasi sesuai kecamatan,kelurahan & rt/rw.biar warga pas datang ke capil smd gak berjubel spt antri beras raskin.pas dah capek2 antri sai sana trnyata e-ktpny blm di cetak.soal dah pengalaman pribadi wkt pindahan ktp istri dari jawa ke smd,kbtln istri ada gelar rr dari keluarganya.dari pihak kelurahan dan kecamatan smd utara gak masalah gelarnya di singkat rr.begitu pun dah verifikasi di capil smd aman.begitu saya sekeluarga pindah ke palaran,urus ubah kk & ktp.baru pihak capil smd blng gak blh di singkat gelarnya kr nanti kl melahirkan buat akta anak gelar & nama anak gak blh disingkat harus ditulis lengkap dari rr jd raden roro.terpaksa mints surat pengantar lg dari kelurahan di jawa bahwa nama rr itu benar singkatan dari raden roro.untung bs dimintakan & di poskan cb kl gak bs,apa capil smd mau tanggung biaya tiket pesawat ke jawa bt kami ngurus kelengkapan yg di minta capil smd ?.kelihatan btl tdk ada kerjasama yg baik antara pihak capil smd dgn pihak kecamatan,kelurahan sbg mitra kerja.saat saya tanya kenapa bgitu,pihak capil smd hanya bs menyalahkan pihak kecamatan smd utara & pihak kecamatan utara pun balik menyalahkan pihak capil smd trus saya sbg wargs jd korban bola pimpong kesana kemari.sai saat ini pun saya sekeluarga msh blm dapat e-ktp dah 2x di data gak dpt jg dah mau 4 thn.katany nanti dikshkn ke rt masing2 bila dah selesai.