IKN Pindah ke Kaltim, Makin Banyak Pendatang di Samarinda

Diposting pada: 2019-09-11, oleh : Webmaster, Kategori: Tanpa Kategori

STV.CO.ID, Samarinda – Pemerintah Republik Indonesia saat ini terus menyiapkan proses pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kaltim. Targetnya, groundbreaking dilakukan mulai 2021. Kemudian, proses pemindahan bertahap  mulai dilakukan pada 2024. Semua kementerian dan lembaga negara bakal diboyong ke ibu kota baru nantinya, kecuali kementerian di sektor keuangan, hingga Bank Indonesia yang tetap di Jakarta. Diperkirakan jumlah ASN yang akan bermigrasi ke IKN baru mencapai 1 juta orang.

Abdullah, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Samarinda menganggap, besarnya jumlah orang yang akan melakukan migrasi ke Kaltim turut berimbas ke Samarinda, karena kedudukannya sebagai kota penyangga. "Tentu ini akan berpengaruh pada penambahan jumlah penduduk pendatang di Samarinda," sebutnya Senin, (2/9/2019).

Abdullah menyebut, tidak ada persiapan khusus yang akan dilakukan Disdukcapil terkait hal ini, sebab Samarinda selama ini dikenal sebagai kota tujuan para perantau dari luar daerah. "Samarinda sebagai ibu kota Kaltim, memang selalu mengalami peningkatan penduduk. Hal ini dipengaruhi oleh mobilisasi tenaga kerja. Bahkan posisi tenaga kerja yang bekerja di Kutai Kartanegara dan sekitarnya, justru bertempat tinggal di Samarinda," jelasnya.

Abdullah menambahkan, rata-rata 50-70 orang pendatang mengajukan surat menetap di Samarinda per harinya. Sementara warga Samarinda yang mengajukan surat pindah ke daerah lain, hanya berkisar 30-40 orang. "Biasanya yang pindah keluar ini karena menikah tapi ada juga yang kontrak kerjanya di sini sudah habis," ucapnya.

Asal daerah pendatang di Samarinda, saat ini didominasi oleh warga dari pulau Jawa dan Sulawesi. "Pada umumnya dari dua pulau itu. Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan beberapa daerah sekitarnya," jabarnya. 

Diketahui tren pertumbuhan penduduk di kabupaten/kota sekitar ibu kota negara (IKN) baru, lima tahun terakhir mengalami kenaikan secara bertahap. Data dari Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri mencatat, Samarinda pada tahun 2015 sudah ditinggali oleh 755,604 penduduk. Pada tahun 2016 naik menjadi 763,729 penduduk, kemudian naik ke angka 769,632 penduduk di tahun 2017, tahun 2018 jadi 778,883, dan semester pertama tahun 2019 ini sudah 789,601 penduduk.

Berbeda dengan Samarinda yang rata-rata pertumbuhan penduduknya bertambah di sepuluh ribu, Balikpapan pertumbuhan penduduknya mencapai angka 16 ribu penduduk per tahun. Pada tahun 2015, Balikpapan sudah dihuni 611,331 penduduk, kemudian tahun 2016 naik menjadi 618,128 penduduk, pada tahun 2017 dan 2018 naik dari 633,196 menjadi 649,806 penduduk, dan pada semester awal tahun 2019 sudah mencapai 667,188 penduduk. 

Sementara penambahan penduduk juga terjadi di Kutai Kartanegara, pada tahun 2015 sudah memiliki 655,167 penduduk. Tahun 2016 hingga 2018 penduduk Kukar masing-masing menjadi 662,481, 674,759, dan 677,755 penduduk. Dan semester awal tahun 2019 ini, penduduknya sudah mencapai angka 692,776.

Penajam Paser Utara, yang sebagian daerahnya menjadi lokasi IKN baru, pada tahun 2015 jumlah penduduknya hanya 159,479 penduduk, dan meningkat signifikan di tahun 2016 atau naik 7 ribu orang menjadi 166,055 penduduk. Tahun 2017 hingga 2019 naik masing-masing sekitar dua ribu penduduk menjadi 168,012, 170,475, dan 172,867 penduduk. (fan)

 

<div class="d-flex justify-content-start mt-3" style="box-sizing: border-box; color: rgb(33, 37, 41); font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, " segoe="" ui",="" roboto,="" "helvetica="" neue",="" arial,="" "noto="" sans",="" sans-serif,="" "apple="" color="" emoji",="" "segoe="" ui="" symbol",="" emoji";="" font-size:="" 16px;="" text-align:="" center;="" display:="" flex="" !important;="" justify-content:="" flex-start="" margin-top:="" 1rem="" !important;"="">

 

Penulis: Redaksi STV.CO.ID


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  masukkan tanpa Http:// contoh :www.m-edukasi.web.id
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini