Samarinda Siapkan e-KTP

Diposting pada: 2011-03-04, oleh : Admin Berita, Kategori: Teknis

SAMARINDA— Pemerintah Kota Samarinda saat ini sedang bersiap untuk penerapan KTP Elektronik (e-KTP), dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil) Samarinda optimis dalam tahun ini bisa terealisasi.
Hal ini disampaikan Plt Kepala Disdukcapil Samarinda H Diwansyah kepada wartawan di Balaikota, Kamis (3/3). Diwansyah mengatakan, ada tiga tahapan yang diprogramkan pemerintah pusat kepada kabupaten/kota sebelum pelaksanaan e-KTP, yakni, pemutakhiran data, penerbitan surat pemberitahuan NIK serta pelaksanaan e-KTP.

“Saat ini kami sedang melakukan persiapan ke arah sana sambil menunggu perangkat e-KTP atau sarana dan prasarananya yang akan didistribusikan dari pusat,” ujar Diwansyah yang seharinya definitif menjabat sebagai Asisten I Sekda Samarinda.

Disdukcapil juga akan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM). Baik
untuk operator maupun administrator untuk mengikuti bimbingan teknis (bimtek).

Proses data kependudukan e-KTP akan masuk melalui kecamatan. Mulai dari sidik jari (10 jari), pengambilan foto hingga tanda tangan dan selanjutnya data base kependudukan yang telah diajukan melalui kecamatan langsung disampaikan ke dinas kependudukan pusat Jakarta dalam rangka pemberian data penduduk tunggal. Baik itu NIK maupun keterangan domisili, untuk diproses menjadi e-KTP.

“Disdukcapil hanya sebagai perantara untuk menyampaikan data base dan
menyerahkan e-KTP yang telah jadi melalui kecamatan,” sebut Diwansyah
menggantikan kepala dinas sebelumnya Muhadi yang per 1 Maret kemarin masuk purnatugas, dan Diwansyah akan merangkap jabatan hingga walikota mengangkat pejabat definitifnya.

Ia menyebutkan selain, agar data penduduk akurat dan memberikan pelayanan yang spesifik,e-KTP ini juga ditargetkan untuk Pemilu 2014 mendatang. e-KTP juga bisa digunakan sebagai pengganti kartu
pemilih.

e-KTP ini sendiri nantinya akan dilengkapi biometric dan chip berbasis NIK.
Dengan tujuan memberikan keabsahan identitas dan kepastian hukum atas dokumen kependudukan, memberikan perlindungan status hak sipil setiap penduduk serta bentuk pengakuan negara bagi setiap penduduk, sehingga bisa dijadikan kartu pemilih.

“Ya tinggal bagaimana antara kementerian dalam negeri dan KPU. Bahkan,e-KTP ini secara bertahap juga bisa dijadikan ATM,” jelasnya.

Kalau data sudah akurat, Daftar Pemilih Sementara (DPS)
mungkin tak diperlukan lagi. Sebab sudah ada e-KTP, dimana didalamnya menampung tentang sidik jari pemegangnya. Jadi tak mungkin ada pemalsuan atau penggandaan KTP.

Bahkan itu, sebutnya e-KTP kian mempersempit gerak teroris dan pelaku kriminal lainnya, yang kerap menggunakan modus KTP palsu atau ganda.

Dia menjelaskan penerapan KTP yang berbasis NIK sesuai dengan amanat
Undang-Undang nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dan Peraturan Presiden nomor 35 tahun 2010.Penerbitan NIK secara resmi baru dapat dilakukan apabila database kependudukan sudah akurat dan tersambung (online) ke pusat.

“Tentunya harus diingat warga, pembuatan KTP/KK dan Akta kelahiran, Pak Walikota tetap menggratiskan. Tidak ada pungutan itu pembuatan administrasi kependudukan ini,” tegas Diwansyah. (vb/rh)

 


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  masukkan tanpa Http:// contoh :www.m-edukasi.web.id
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini