Disdukcapil Samarinda Akui Masih Ada KTP Instan

Diposting pada: 2014-11-11, oleh : Admin Berita, Kategori: Kedinasan

SAMARINDA, tribunkaltim.co.id  - Dalam inspeksi mendadak (sidak) Komisi IV DPRD Samarinda di sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) belum lama ini, didapati fakta adanya kecendrungan tenaga kerja luar daerah yang bekerja satu atau dua bulan dan maksimal enam bulan di Samarinda, supaya dianggap legal berupaya membuat Kartu Domisili atau KTP "instan".

Dikhawatirkan hal ini bisa mengakibatkan daftar penduduk ganda yang berpotensi terjadinya pembengkakan jumlah penduduk, namun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Samarinda Abdul Sani mengatakan, sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 penduduk yang harus didata memang yang berada di sebuah daerah lebih dari 1 tahun.

"Ada Undang-Undang yang memberikan kebebasan kepada penduduk, kemanapun dia berada bisa. Bisa nggak ada masalah, sepanjang yang bersangkutan tidak menetap," kata Abdul Sani. (*)

Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Samarinda Abdul Sani mengatakan, sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 penduduk yang harus didata memang yang berada di sebuah daerah lebih dari 1 tahun.Baca selengkapnya edisi cetak TRIBUN KALTIM, Rabu (12//11/2014).Simak lanjutannya di www.kaltim.tribunnews.com.  FOLLOW Twitter tribunkaltim dan LIKE Pages Facebook: Tribun Kaltim.

Penulis: Doan E Pardede

Editor: Trinilo Umardini

Sumber: Tribun Kaltim

 


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  masukkan tanpa Http:// contoh :www.m-edukasi.web.id
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini